Sesak Nafas

sesak napasSesak napas merupakan penyakit gangguan pernapasan yang sudah dikenal lama oleh masyarakat Indonesia pada umumnya hingga saat ini jumlah penderita sesak napas makin bertambah. Kebanyakan kasus sesak napas disebabkan oleh faktor genetik yang dibawa oleh salah satu anggota keluarga.

Sesak nafas yang disebabkan oleh adanya gangguan pada paru-paru. Bahkan tak sedikit pula orang yang meninggal akibat penyakit sesak napas ini. Kebanyakan masyarakat mengambil pengeritan sesak napas merupakan tanda dari penyakit jantung. Walaupun demikian sekitar 75% penyebab sesak napas disebabkan oleh fungsi kerja organ jantung yang tidak stabil, bahkan sering kali penderita sesak nafas ini mengalami rasa nyeri di bagian dada ketika mengambil atau membuang napas.

Seperti yang kita lihat, banyak penderita sesak napas menggunakan alat bantu pernapasan sebagai upaya pencegahan ketika sesak napas muncul secara tiba-tiba meskipun keadaan tubuh sedang rileks. Sesak nafas dan penyakit jantung memiliki gejala yang hampir sama. Gejala umum dari sesak napas yang juga sering kali dialami oleh penderita sesak nafas adalah :

1. Angina (nyeri dada)

Penderita sesak nafas maupun penderita penyakit jantung kerap dan sering kali mengalami nyeri di bagian dada ketika mengambil maupun menghela napas. Sehingga membuat penderita sesak nafas tidak dapat melakukan pekerjaan yang terbilang cukup berat atau yang banyak menyita tenaga.

2. Cepat merasa lelah

Rasa lelah yang cepat timbul merupakan tanda umum dan khas dari penderita sesak nafas. Ketika usai melakukan suatu pekerjaan yang cukup banyak memakan tenaga. Nafas penderita umumnya terdengar seperti terenggah-enggah seperti orang habis lari.

3. Sering mengalami batuk

Batuk diperlukan oleh penderita sesak nafas sebagai salah satu cara untuk melegakan aliran udara yang tersedak di dalam tenggorokan dan mengeluarkan lendir yang menyumbat penyebab sulitnya aliran udara dan oksigen untuk masuk ke paru-paru.

Bahkan pada keadaan yang kronis, penderita sesak nafas sering mengalmi batuk kering hingga batuk darah. Akibat bakteri penyebab sesak nafas yang merambat hingga ke paru menyebabkan aliran udara dan oksigen tidak masuk secara optimal ke dalam tubuh. Untuk mengekskresikannya atau melegakan nafas. Penderita harus mengeluarkan batuk.

4. Terhentinya nafas sesaat ketika tidur

Penderita sesak nafas hendaknya menggunakan dua bantal untuk menyangga kepala agar lebiih tinggi sedikit. Apabila penderita sesak nafas tidur hanya menggunakan satu bantal dan bantal tersebut tidak memiliki massa yang cukup baik untuk menyangga kepala. Maka ketika penderita sesak nafas akan merasakan kesulitan ketika menarik nafas bahkan terkadang nafas dapat terhenti beberapa saat.

5. Gangguan irama jantung

Sesak nafas memang memiliki kaitan erat dengan penyakit jantung. Penderita penyakit jantung dan sesak nafas sering kali mengalami gangguan pada irama jantung. Terkadang tanpa disadari jantung berpacu dengan cepat.


=====================================

>>> Propolis Melia Nature Untuk Mengatasi Penyakit Sesak Nafas dan Penyakit Lainnya, Klik Detail Disini!
=====================================


This entry was posted in Sesak Nafas and tagged , , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>