Sesak Nafas

sesak napasSesak napas merupakan penyakit gangguan pernapasan yang sudah dikenal lama oleh masyarakat Indonesia pada umumnya hingga saat ini jumlah penderita sesak napas makin bertambah. Kebanyakan kasus sesak napas disebabkan oleh faktor genetik yang dibawa oleh salah satu anggota keluarga.

Sesak nafas yang disebabkan oleh adanya gangguan pada paru-paru. Bahkan tak sedikit pula orang yang meninggal akibat penyakit sesak napas ini. Kebanyakan masyarakat mengambil pengeritan sesak napas merupakan tanda dari penyakit jantung. Walaupun demikian sekitar 75% penyebab sesak napas disebabkan oleh fungsi kerja organ jantung yang tidak stabil, bahkan sering kali penderita sesak nafas ini mengalami rasa nyeri di bagian dada ketika mengambil atau membuang napas.

Seperti yang kita lihat, banyak penderita sesak napas menggunakan alat bantu pernapasan sebagai upaya pencegahan ketika sesak napas muncul secara tiba-tiba meskipun keadaan tubuh sedang rileks. Sesak nafas dan penyakit jantung memiliki gejala yang hampir sama. Gejala umum dari sesak napas yang juga sering kali dialami oleh penderita sesak nafas adalah :

1. Angina (nyeri dada)

Penderita sesak nafas maupun penderita penyakit jantung kerap dan sering kali mengalami nyeri di bagian dada ketika mengambil maupun menghela napas. Sehingga membuat penderita sesak nafas tidak dapat melakukan pekerjaan yang terbilang cukup berat atau yang banyak menyita tenaga.

2. Cepat merasa lelah

Rasa lelah yang cepat timbul merupakan tanda umum dan khas dari penderita sesak nafas. Ketika usai melakukan suatu pekerjaan yang cukup banyak memakan tenaga. Nafas penderita umumnya terdengar seperti terenggah-enggah seperti orang habis lari.

3. Sering mengalami batuk

Batuk diperlukan oleh penderita sesak nafas sebagai salah satu cara untuk melegakan aliran udara yang tersedak di dalam tenggorokan dan mengeluarkan lendir yang menyumbat penyebab sulitnya aliran udara dan oksigen untuk masuk ke paru-paru.

Bahkan pada keadaan yang kronis, penderita sesak nafas sering mengalmi batuk kering hingga batuk darah. Akibat bakteri penyebab sesak nafas yang merambat hingga ke paru menyebabkan aliran udara dan oksigen tidak masuk secara optimal ke dalam tubuh. Untuk mengekskresikannya atau melegakan nafas. Penderita harus mengeluarkan batuk.

4. Terhentinya nafas sesaat ketika tidur

Penderita sesak nafas hendaknya menggunakan dua bantal untuk menyangga kepala agar lebiih tinggi sedikit. Apabila penderita sesak nafas tidur hanya menggunakan satu bantal dan bantal tersebut tidak memiliki massa yang cukup baik untuk menyangga kepala. Maka ketika penderita sesak nafas akan merasakan kesulitan ketika menarik nafas bahkan terkadang nafas dapat terhenti beberapa saat.

5. Gangguan irama jantung

Sesak nafas memang memiliki kaitan erat dengan penyakit jantung. Penderita penyakit jantung dan sesak nafas sering kali mengalami gangguan pada irama jantung. Terkadang tanpa disadari jantung berpacu dengan cepat.

Posted in Sesak Nafas | Tagged , , , , , | Leave a comment

Sesak Napas Pada Ibu Hamil

Sesak Napas Pada Ibu Hamil –¬†Pada masa di akhir kehamilan, pasti para ibu akan mengalami sesak nafas, mengapa demikian? Ibu yang sedang hamil pada masa akhir kehamilan akan mengalami sesak nafas karena pada trimester yang terakhir bayi yang dikandung akan mendorong naik sehingga paru-paru dan diafragma akan mengalami perubahan dari keadaan normalnya.

Sesak Napas Pada Ibu Hamil

Sesak Napas Pada Ibu Hamil

Tentunya hal tersebut akan membuat sang ibu bernafas lebih cepat di bandingkan seperti biasanya, meskipun sesak nafas ini tidak akan merugikan kesehatan sang ibu ataupun anak yang terkandung di dalamnya. Bagi kamu yang pada masa kehamilan mengalami kenaikan berat banda yang cukup drastis atau karena anda mengalami kehamilan kembar sehingga kondisi akan naik lebih berat dari kehamilan biasa serta membutuhkan istirahat yang lebih banyak.

Sesak nafas pada ibu hamil sering terjadi kemungkinan bisa saja adanya gejala penyakit anemia. sel darah merah yang bertugas akan membawa oksigen ke seluruh tubuh sang ibu dan janin di dalamnya namun jika anda mengalami anemia, maka tubuh anda diharuskan bekerja lebih keras lagi untuk memberikan oksigen untuk anda dan sang bayi sehingga kemungkinannya akan terjadi gangguan pada pemasokan oksigen, sehingga akan mengakibatkan sesak nafas.

Sesak Napas Pada Ibu Hamil

Sesak Napas Pada Ibu Hamil

Namun bedahalnya bagi anda yang sudah memeiliki penyakit sesak nafas bawaan sebelum mengalami kehamilan seperti dengan adanya gangguan asma atau dengan adanya masalah pernapasan lainnya sehingga membutuhkan bantuan khusus dengan penanganan medis, dalam pemberian cara penanganan yang sesuai dengan gangguan yang dimiliki sang ibu.

Berikut ini ada beberapa cara mengatasi masalah sesak nafa pada ibu hamil, yang sering dieluhkan olah banyak ibu hamil. Sebenarnya cara mengatasi masalah sesak nafas pada ibu hamil sangat mudah, seperti di bawah ini.

Cara Mengatasi Sesak Nafas Pada Ibu Hamil

Mengkonsumsi Makanan Sehat

Cara yang utama untuk mengatasi sesak nafas pada ibu hamil dimulai dengan mengkonsumsi makanan sehat. Karena makanan sehat akan membantu sang ibu untuk menjaga kondisi berat badan yang sehat selama masa kehamilan. Sebaiknya anda mencoba untuk mmengurangi makanan yang mengandung lemak tinggi, kadar garam dan gula. Karena semua kandungan makanan tersebut akan menambah berat badan anda sehingga akan mengakibatkan sesak nafas yang kemungkinan akan lebih parah.

Minuman Bersoda dan Berkafein

Baiknya anda mencoba untuk menghindari minuman-minuman yang mengandung kafein dan bersoda seperti teh, kopi, dan minuman cola. Sebab, semua minuman tersebut termasuk diuretik (minuman untuk meningkatkan pengeluaran cairan tubuh yang lebih tinggi) sehingga kemungkinan akan membuat tubuh anda mengalami dehidrasi. Serta terdapat kandungan tannin pada minuman teh dan kopi yang dapat menghambat tubuh untuk menyerap zat besi dari makanan yang anda konsumsi.

Mekanan Yang Mengandung Zat Besi

Cara mengatasi sesak nafas pada ibu hamil selanjutnya dengan coba mengkonsumsi makanan yang mengandung zat besi, seperti dengan mengkonsumsi makanan seperti daging merah, sayuran berwarna hijau gelap, dan juga buah berry contohnya buah blackberry. Dan sebagai tambahannya, cobalah untuk mengkonsumsi makanan yang mengandung vitamin C yang tinggi, seperti pada buah strawberry dan buah kiwi yang  terkenal dapat membantu tubuh anda untuk dapat menyerap zat besi dari makanan yang sudah anda konsumsi.

Olahraga yang Teratur

Sesak Napas Pada Ibu Hamil

Sesak Napas Pada Ibu Hamil

Olaharaga adalah saran yang sangat baik agar tubuh tetap fit dan sehat, namun berhati-hatilah pada saat melakukan olahraga. Terlebih dahulu konsultasikan keluhan pada instrukstur anda. Jika anda melakukan olaharaga tanpa instruktur maka lakukanlah olahraga ringan seperti dengan berjalan kaki dan me ngontrol gerakan tubuh anda. selain itu, olaharaga yang biasa dilakukan oleh ibu hami dirasa lebih aman dan lebih baik. Dan anda juga dapat mengikuti kelas yoga untuk mengatur pernapasan anda.

Posisi Tidur

Bila anda salah satu calon ibu yang sedang mengalami sesak nafas dan mengalami gangguan tidur pada malam hari selama masa kehamilan, maka diperlukan posisi tidur bersandar pada dua hingga tiga bantal yang berguna untuk mengurangi sesak nafas pada ibu hamil. Pada kehamilan memasuki termester terakhir anda diperlukan untuk melakukan penyesuaian yang lebih ekstra lagi di bandingan pada penyesuaian sebelumnya. Perubahan pada trimester terakhir ini perubahan yang akan terjadi kemungkinan bahwa anda akan mengalami gangguan tidur dua kali lebih besar dibandingankan masa sebelumnya.

Waktu Rileksasi

Untuk mengatasi sesak nafas pada ibu hamil selanjutnya dengan meluangkan waktu anda sekitar 10 menit per hari untuk rileksasi apalagi pada masa trimester ketiga menjelang persalinan. Tentunya hal ini akan sangat membantu untuk anda dalam mengontrol pernapasan menjelang persalinan dan juga akan membantu kesehatan paru-patu anda.

Itulah cara mengatasi sesak nafas pada ibu hamil yang mungkin dapat membantu mengurangi masalah sesak nafa yang biasa dialami oleh ibu hamil pada masa trimester terakhir menjelang kehamilan.

Posted in Sesak Nafas | Tagged , , | Leave a comment

Obat Asma Jangka Panjang

Penyakit asma merupakan salah satu penyakit yang ditandai dengan rasa sesak nafas pada seseorang. Biasanya sesak nafas akan menjadi parah disaat usia seseorang masih kecil. Obat asma jangka panjang yang bisa digunakan salah satunya adalah kortikosteroid hirup. Inilah obat-obatan jangka panjang yang paling efektif yang kita miliki untuk mengendalikan fejala asma dan peradangan asma. Obat-obatan tersebut akan membantu betapapun parahnya asma yang terjadi dan jika digunakan setiap hari, secara signifikan bisa mengurangi kebutuhan akan obat-obatan penyelamat short acting (berdaya kerja cepat).

asma

Secara konsisten, studi menunjukkan bahwa dosis rendah sekalipun akan membantu perbedaan signifikan dalam kehidupan anak-anak. Dibandingkan dengan beberapa jenis pengobatan short-acting, kortikosteroid hirup seara signifikan bisa mengurangi serangan asma yang serius. Juga lebih efektif daripada obat long-acting, yaotu mengurangi serangan asma sampai 45% dibandingkan dengan pengobatan lain. Sayangnya, banyak anak tidak mendapat resep untuk kortikosteroid hirup atau tidak berhasil mengguanakan obat mereka setiap hari untuk mencegah gejala asma.

Alasan mengapa anak-anak seringkali tidak mendapat jumlah obat asma jangka panjang kortikosteroid hirup yang mereka butuhkan, sangat kompleks. Yang pasti untuk menggunakan obat-obatan ini dibutuhkan keterampilan di pihak orangtua dan anak-anak yang lebih besar. Obat-obatan tersebut diberikan ke anak-anak kecil melalui inhalelr atau melalui nebulizer. Dan mempelajari bagaimana menggunakan inhaler dan nebulizer membutuhkan waktu dan kesabaran.

Sebagai orangtua, Anda juga mungkin telah mendengar tentang efek samping obat-obatan ini, khususnya kemungkinan bahwa pertumbuhan anak-anak akan terhambat dan mungkin menghindarinya. Ada banyak penelitian tentang pertumbuhan anak=anak dan penggunaan obat asma jangka panjang kortikosteroid hirup. Dan penemuan yang paling baru, berdasarkan atas uji kinis besar yang mengikuti pertumbuhan anak-anak menunjukkan bahwa efek apapun pada pertumbuhan diitemukan minimal dan reversibel.

Dengan kata lain, kortikosteroid hirup dosis rendah sampai sedang bisa berpotensi menurunkan tingkat pertumbuhan pada tahun pertama pengobatan. Namun, perbedaan dalam tingkat pertumbuhan tersebut mengecil dengan berjalannya waktu. Sebenarnya studi pertumbuhan jangka panjang, yang mengikuti tinggi anak-anak selama beberapa tahun, menemukan bahwa saat mereka menginjak usia dewasa, mereka yang diobati dengan kortikosteroid hirup saat anak-anak, tidak lebih pendek daripada anak-anak seusianya atau saudara kandung yang tidak menderita asma.

Posted in Sesak Nafas | Tagged , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sakit Sesak Nafas

Keluhan sesak napas yang diraskan oleh klien secara patofisiologi dapat terjadi karena berbagai keadaan meliputi menurunnya oksigenasi jaringan, meningkatnya kebutuhan oksigen, meningkatnya kerja pernapasan, adanya rangsangan pada sistem saraf pusat dan adanya penyaiit neuromuskular. Berikut klasifikasi sesak napas serta gambaran klinis dari sesak nafas :

klasifikasi-sesak-nafas-1klasifikasi-sesak-nafas-2

Menurunnya oksigenasi jaringan

Penyakit atau keadaan tertentu secara kuat dapat menyebabkan kecepatan pengiriman oksigen ke seluruh jaringan menurun. Penurunan oksigenasi jaringan ini akan meningkatkan sesak napas atau tidak efektifnya pola pernapasan. Transportasi oksigen bergantung pada sirkulasi darah dan kadar hemoglobin, maka beberapa keadaan seperti perdarahan, anemia (hemolisis), perubahan hemoglobun dapat menyebabkan peningkatan frekuensi pernapasan. Penyakit-penyakit seperti asma bronkhial dan bronkhitis dengan peningkatan produksi akumulasi sekret dapat mengganggu saluran pernapasan juga mengakibatkan sesak napas dan memberikan masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas.

Meningkatnya kebutuhan oksigen

Penyakit atau keadaan lain yang meningkatkan kebutuhan oksigen akan memberi sensasi sesak napas misalnya infeksi sistematis akut akan membutuhkan oksigen lebh banyak karena peningkatkan laju metabolisme. Peningkatkan suhu tubuh karena bahan pirogen atau rangsangan pada saraf pusat akan menyebabkan kebutuhan oksigen meningkat dan lahirnya menimbulkan sesak napas. Begitu pula dengan penyakit tirotoksikosis, bacal metabolic rate( BMR) meningkat sehingga kebutuhan oksigen juga meningkat. Aktivitas fisik juga membutuhkan oksigen yang lebih banyak sehingga menimbulkan sesak nafas.

Kerja pernapasan

Penyakit perankim paru seperti pneumonia, sembab paru karena berkurangnya elastisitas paru, serta penyakit yang menyebabkan penyempitan saluran pernasapan seperti asma bronkhial, bronkhitis dan bronkhiolitis dapat menyebabkan ventilasi paru menurun.

Untuk mengimbangi keadaan ini dan kebutuhan oksigen tetap dapat dipenuhi, otot pernapasan dipaksa bekerja lebih keras atau dengan kata lain kerja pernapasan ditingkatkan. Keadaan ini meningkatkan metabolisme sehingga metabolit-metabolit yang berada dalam aliran darah juga meningkat. Metabolit yang terdiri atas asam laktat dan asam piruvat ini akan merangsang susunan saraf pusat. Kebutuhan oksigen yang meningkat pada mereka yang obesitas juga menyebabkan terjadinya peningatkan reaksi sesak napas.

Posted in Sesak Nafas | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Gejala Sesak Nafas

sesak nafasGejala sesak nafas merupakan keluhan yang subjektif dalam artian keluhan-keluhan yang terjadi merupakan keluhan umum yang dirasakan oleh penderita sesak nafas.

Gejala sesak nafas dapat berupa rasa tidak nyaman, nyeri dan perasaan nafas yang berat. Pada penderita sesak nafas, intensitas pernafasan dapat meningkat di atas 24 kali per menit. Sesak nafas merupakan gejala dari penyakit gangguan pernapasan yang cuku serius dan dapat mengakibatkan pada kematian.

Kebanyakan yang terjadi pada penyakit sesak nafas, penderita selalu bergantung pada alat bantu pernapasan (inhaler) untuk membantu melegakan pernapasan dan memberi oksigen baru pada penderita sesak nafas, ketika sesak nafas dirasakan dan datang tiba-tiba.

Gejala sesak nafas dapat digolongkan menjadi 2 bagian berdasarkan penyebab sesak nafas itu sendiri yakni sesak nafas organik dan non organik.

a. Sesak nafas organik terjadi karena adanya kelainan pada salah satu organ tubuh yang berkaitan erat dengan organ pernafasan misalnya seperti jantung.

Sesak nafas organik ini dapat disebabkan adanya suatu kelainan pada salah satu fungsi organ tubuh seperti jantung bahkan ginjal yang menyebabkan terjadi keluhan dan gejala sesak nafas. Kelainan pada jantung, ginjal dan organ tubuh lainnya juga dapat disebabkan oleh penyakit yang menyertainya, seperti memiliki riwayat gagal jantung, diabetes, tekanan darah tinggi dan kelainan pada paru-paru.

Sesak nafas yang disebabkan adanya kelainan paru ini dapat berimbas pada penyakit paru-paru obstruktif kronik (PPOK). Awal dair penyakit paru obstruktif kronik adalah sesak nafas yang diakibatkan oleh aliran udara yang masuk ke dalam tubuh tidak dapat dikembalikan dalam keadaan semula. Sehingga oksigen dan udara tertahan di paru-paru dan menyebabkan dada terasa sesak.

Selain itu gejala tersebut juga dapat disertai dengan batuk. Batuk diperlukan untuk membuat celah di dalam rongga paru agar nafas terasa lebih baik dan untuk mengeluarkan dahak atau riak yang menyebabkan paru-paru semakin sulit untuk menghantarkan oksigen keluar kembali.

Untuk mengatasi penyakit sesak nafas yang mengakibatkan penyakit obstruktif paru kronik diperlukan pemeriksaan CT scan atau rontgen dada untuk melihat keadaan paru-paru dan saluran pernapasan lainnya untuk menentukan pengobatan yang tepat.

b. Sesak nafas non organik atau berupa gangguan psikis yang tidak disertai oleh kelainan fisik. Umumnya gejala sesak nafas non organik ini disebabkan oleh faktor keturunan dari salah satu anggota keluarga yang mempunyai riwayat penyakit sesak nafas kronik. Umumnya gejala sesak nafas non organik ini banyak diderita oleh mereka para usia muda dan lebih rentan terjadi pada pria dibandingkan dengan wanita. Pria memiliki risiko lebih tinggi diturunkan suatu penyakit dari gen dan diliputi oleh pola hidup yang sebagian pria di dunia adalah perokok aktif.

Posted in Sesak Nafas | Tagged , , , , , | Leave a comment

Sesak Nafas Pada Anak Balita

Sesak napas merupakan salah satu keadaan gawat yang dapat mengancam. Sesak napas dapat terjadi tiba-tiba atau merupakan kondisi dari perjalanan penyakit yang memberatkan. Sesak napas juga dapat disebabkan oleh gangguan pada paru dan saluran napas. Keadaan sesak napas ini menjadi lebih kompleks bila yang mengalamiadalah anak-anak.

sesak-nafas-pada-anak

Sebab, anak-anak, terutama balita, belum mampu menunjukkan kepada lingkungan sekitarnya bila mereka mengalami sesak napas. Karena itu, orang tua harus mengenal gejala sesak napas pada anak. Sesak nafas (croup) adalah infeksi virus menular yang terjadi pada saluran pernafasan atas yang menimbulkan batuk dan terkadang di sertai dengan sulitnya bernafas, terutama pada saat menarik nafas.

Gejala Sesak Nafas Pada Anak

Sesak nafas (croup) biasanya di awali dengan gejala awal seperti pilek, hidung meler, bersin, demam ringan dan terkadang di sertai dengan batuk. Kemudian anak menjadi sering batuk dengan suara yang tidak seperti bianya atau yang di artikan sebagai “brassy” atau menggonggong. Kadangkala pembengkakan saluran pernafasan menyebabkan kesulitan bernafas, yang mana lebih terasa ketika menghirup udara.

Batuk yang parah akan menyebabkan pernafasan mengeluarkan bunyi/mengi dan bunyi tersebut akan terdengar pada saat menghirup udara. Semua gejala di atas akan menjadi semakin parah pada amalm hari yang menyebabkan anak terbangun dari tidurnya.

Posted in Sesak Nafas | Tagged , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Sesak Nafas Pada Anak

Croup adalah infeksi virus yang menyebabkan mengecilnya saluran pernafasan, khususnya persis di bagian bawah pita suara (larynx). Virus menjadi penyebab umum, namun croup bisa disebabkan juga oleh virus-virus lainnya, seperti virus pernafasan syncytial atau virus influenza.

Sesak napas merupakan salah satu keadaan gawat yang dapat mengancam jiwa. Sesak napas dapat terjadi tiba-tiba atau merupakan kondisi lanjutan dari perjalanan penyakit yang memberatkan. Sesak napas juga dapat disebabkan oleh gangguan pada paru dan saluran napas.

Gejala dan tanda anak mengalami sesak napas adalah anak merasa gelisah, frekuensi napas lebih cepat dari biasanya, tampak tarikan pada dinding bawah, bibir tampak kebiruan, disertai suara napas tambahan seperti mengorok.

Faktor genetik berperan. Di dalam keluarga biasanya ada beberapa anggota keluarga yang juga sesak napas. Bila ada faktor gentik, faktor lingkungan lebih mudah mencetuskan sesak nafas.

Posted in Sesak Nafas | Tagged , , , , , , , , , | Leave a comment

Sesak Nafas Jantung

Belum tentu selalu dari jantung. Sesak napas bisa juga berasal dari paru-paru. Gejala penyakit paru-paru berat umumnya sesak napas juga. Tidak selalu mudah membedakan sesak napas dari jantung dengan sesak napas paru-paru.

Hanya sesak napas asma yang mudah dikenali. Sesak asma sewaktu mengeluarkan napas, sedang sesak napas bukan asma, berat napasnya sewaktu menghela napas. Sesak napas jantung terasa saat menghela napas.

Sesak napas jantung sering muncul dadakan tengah malam (pavus nocturnus), sedang sesak napas asma atau paru-paru umumnya muncul kapan saja, dan tidak selalu bersifat serangan.

Sesak napas akibat penyakit paru-paru biasanya menetap tanpa banyak dipengaruhi oleh posisi tubuh atau aktivitas fisik. Namun, sesak napas akibat gagal jantung memiliki beberapa ciri khas yaitu sesak timbul pada waktu mengadakan aktivitas. Sesak apabila berbaring terlentang atau tiba-tiba terbangun tengah malam karena sesak sewaktu sedang tidur. Pada kasus berat tampak ada pembengkakan di perut atau di kedua tungkai bawah.

Posted in Sesak Nafas | Tagged , , , , , | Leave a comment

Tips Mencegah Sesak Nafas

Sesak nafas merupakan kesulitan bernapas sehingga harus mengeluarkan tenaga. Napas terjadi dalam sedotan-sedotan singkat. Sesak napas terutama terjadi jika tidak aktif melakukan latihan fisik

Untuk memperbaiki kualitas nafas yang kurang baik, sangat dianjurkan untuk melakukan latihan pernafasan mendalam (deep breathing). Selain itu, lakukan beberapa hal dibawah ini untuk mengurangi keluhan pada kelancaran pernafasan :

1. Olahraga

Tubuh yang sehat akan dapat membantu untuk mendapatkan asupan oksigen yang lebih baik untuk tubuh. Sempatkan diri untuk berolahraga 3 kali dalam 1 minggu, dengan durasi setidaknya 30 menit.

2. Hindari Stress

Hindari situasi yang dapat memicu timbulnya stres secara berlebihan.

3. Makan Secukupnya

Menyantap makanan dengan porsi berlebihan juga membuat seseorang tidak dapat bernafas dengan lancar

4. Perhatikan Kualitas Tidur

Tidurlah dengan cukup dan tidak kurang dari 6 jam dan tidak lebih dari 8 jam. Jika sering sulit bernafas dengan lancar saat tidur, coba berbaring menyamping. Hindari posisi tidur telentang.

5. Menghembuskan Nafas Dari Hidung

Biasakan mengambil dan mengembuskan nafas dari hidung, bukannya dari mulut.

6. Lingkungan

Hindari lingkungan yang panas dan pengap.

7. Stop Merokok

Berhentilah merokok dan kurangi konsumsi minuman beralkohol.

8. Tes Pernafasan

Lakukan tes pernafasan secara berkala dan cobalah secara bertahap untuk meningkatkan kemampuan menahan napas.

Posted in Sesak Nafas | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment

Penyakit Sesak Nafas

Sesak nafas dalam istilah medis sering disebut dengan dispnea merupakan perasaan sulit bernafas yang ditandai dengan nafas yang pendek dan penggunaan otot bantu pernafasan.

Sesak nafas dapat ditemukan pada :

– Penyakit kardiovaskular
– Emboli paru
– Penyakit paru interstisial atau alveolar
– Gangguan dinding dada
– Penyakit obstruktif paru (emfisema, bronkitis, asma)
– Kecemasan

Sesak nafas adalah keluhan subjektif (keluhan yang dirasakan oleh penderita) berupa rasa tidak nyaman, nyeri atau sensasi berat, selama proses pernafasan. Pada sesak nafas, frekuensi pernafasan meningkat di atas 24 kali per menit. Sesak nafas merupakan gejala dari suatu penyakit serius yang tidak boleh diremehkan karena bisa menyebabkan kematian. Oleh sebab itu harus dicari penyebab awal dan segera diatasi.

Sesak napas dapat digolongkan menjadi 2 kelompok besar berdasarkan penyebabnya, yaitu :

1. Sesak Nafas Organik (adanya kelainan pada organ tubuh)
2. Sesak Nafas Non Organik (berupa gangguan psikis yang tidak disertai kelainan fisik)

Sesak napas organik tidak hanya disebabkan oleh kelainan organ pernapasan, tetapi penyakit pada organ seperti jantung, paru maupun ginjal dapat menyebabkan terjadinya keluhan sesak napas. Selain karena kelainan organ, penyakit karena gangguan metabolisme pada kelainan ginjal, jantung, paru, dan kelainan metabolisme lainnya seperti diabetes, dapat pula menimbulkan sesak napas.

Penyakit Penyebab Sesak Nafas

1. Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK)

Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan kelainan saluran pernapasan sering ditemukan.

2. Asma

Sesak napas pada asma muncul saat saluran pernapasan (bronkus) mengalami peradangan dan menyempit. Gejalanya berupa sesak napas yang disertai bunyi napas tambahan yang tidak normal seperti suara bersiul yang kasar, biasa disebut mengi (wheezing).

3. Penyakit Infeksi Paru

Penyakit infeksi paru seperti pneumonia, TBC, flu babi, dan flu burung sering disertai dengan gejala sesak napas.

4. Emboli Paru

Emboli paru mempunyai gejala utama sesak napas dengan onset akut.

5. Gagal Jantung

Kelainan jantung yang disertai keluhan sesak napas biasanya terjadi pada gagal jantung

Posted in Sesak Nafas | Tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | Leave a comment